Showing posts with label Curhat. Show all posts
Showing posts with label Curhat. Show all posts

Monday, 24 July 2017

Tipe-Tipe (katanya) Mahasiswa #part2

Berdasarkan Kegiatannya di Kampus :

Mahasiswa Atlet

Biasanya Mahasiswa ini, akan sangat dikagumi oleh para teman-temannya maupun adik kelas. Apalagi, kalau dia cakep dan atlet yang sudah sering mengikuti lomba dan sering menjadi juara. Sebaliknya, kalau gak cakep dan gak juara, biasanya mereka pasti gak akan dianggap di kampus. Namun enaknya, Mahasiswa atlet seringkali meninggalkan kelas, karena harus mengikuti berbagai perlombaan di luar kampus.

Terkadang, Mahasiswa atlet ini juga sering banget diledekin saat di kampus. Biasanya, akan banyak temannya yang meminta dia praktik kemampuan olahraganya dengan benda-benda yang gak wajar. Katanya sih, sebagai pembuktian kalau mereka memang benar-benar atlet sejati.

Misalnya, “Kan lo atlet bulutangkis nih, coba dong smash tuh kepala dosen killer pake Tipe-X.” Lalu ada juga kayak gini, “Kan lo atlet futsal nih, coba dong juggling bola pakai tutup pulpen.” Atau bahkan, “Kan lo atlet karate nih, coba dong lo hajar dan patahin leher mantan gue, yang baru aja jadian lagi. Padahal kita baru putus sejam yang lalu.”

Sunday, 6 March 2016

Menulislah Sebelum Menulis Itu Dilarang!


Hai, semuanya! Gue harap, kalian masih ingat dengan gue. Sebelumnya, gue meminta maaf sekali, karena sudah jarang mengisi tulisan di Blog ini. Terakhir gue menulis Blog, tentang perjalanan gue di Jakarta Book Fair dan pertemuan dengan @clairineclay pada 3 Agustus 2015. Hmm, kalo Blog gue ini bisa bicara, mungkin dia akan berkata, “Kamu ke mana aja, sih?  Tiap hari gak pernah ada waktu buat ‘nyentuh’ aku, kesel deh. Apa masih kurang, yang aku kasih ke kamu selama ini?! Hah?!” Tunggu dulu, ini Blog gue, kenapa lama-lama kok mirip kayak Jablay, yak? -__-

Di tulisan kali ini, mungkin gue hanya ingin curhat saja, alasan kenapa gue jarang menulis di Blog lagi. Alasannya simpel, karena gue tidak punya banyak waktu untuk menulis. Ya, hanya itu saja. Bagi kalian, mungkin alasan gue sangatlah klasik sekali. Memang benar, itu sangat klasik! Tapi inilah faktanya, gue selalu dikalahkan oleh kesibukan gue. Tapi, itu dulu! Sekarang, gue akan kembali aktif menulis lagi di Blog tercinta ini. Pastinya, dengan tulisan-tulisan yang lebih segar dan mampu membuat kalian tersenyum.

Monday, 3 August 2015

Sehari Bersama Penerbit Idola dan Clairine Clay!


Hari ini, gue ingin berbagi tentang pengalaman saat kemarin berkunjung ke Jakarta Book Fair. Acaranya sendiri diadakan di Pintu Timur Senayan, Jakarta Selatan. Lokasinya sih, tidak jauh dari kostan gue di daerah Ciledug. Namun, masalahnya, selama di Jakarta gue sama sekali belum pernah keluar sendiri menggunakan Bus. Serius! Yo maklum lah, aku iki kan wong Suroboyo, bukan wong asli Jakarta, Rek.

Bisa dibilang, kemarin gue ke Jakarta Book Fair bermodalkan semangat, niat, dan nekad. Setidaknya gue sadar diri, kalaupun gue nyasar di Jakarta, tidak mungkin ada yang mau menculik, apalagi memperkosa gue.

Perjalanan gue mulai dengan berangkat dari Ciledug ke Blok M. Gue pergi dengan menaiki Metro Mini no. 69 yang gue stop di depan kampus tercinta, Universitas Budi Luhur. Kemudian, gue pun duduk di bagian paling belakang. Dekat dengan Ibu bertubuh tambun, yang tak lain merupakan seorang kernet Metro Mini. Di sebelah gue, duduk seorang pria bertopi hitam membawa gitar kecil berwarna kuning. Dari situ gue yakin, dia bukanlah pesulap, melainkan hanyalah seorang pengamen.

Thursday, 30 July 2015

Akinator: Game Ini Bisa Baca Pikiran Kamu, Loh!


Kali ini, berbeda dengan postingan biasanya, gue ingin bicara mengenai game.  Berawal dari menonton video Youtube, Edho Zell, mendadak gue jadi tertarik membahas sebuah game bernama, Akinator. Yaps, Akinator: The Web Genius alias si Om Jin dari dunia maya. Sudah pernah dengar game tersebut? Atau, mungkin kalian sudah pernah memainkannya?

Bagi yang belum tahu, Akinator ini adalah game yang bisa dimainkan secara langsung di PC melalui (www.akinator.com). Jika ingin memaikan di gadget atau smartphone, kalian juga bisa mengunduhnya terlebih dahulu di Google Play Store. Lalu, cara mainnya seperti apa? Nah, inilah yang membuat gue tertarik untuk mencoba game ini, karena cara bermainnya yang unik banget. Jadi, dalam game ini, katanya si Genie atau Om Jin bisa membaca pikiran kita dan juga menebaknya. Kok bisa? Caranya gimana?

Kepo kan? Kalau begitu, langsung saja baca semua ulasannya di bawah ini!

Thursday, 30 April 2015

Young On Top: Sukses di Usia Muda, Yuk!


Rabu kemarin, pada tanggal 29 April 2015, Universitas Budi Luhur baru saja mengadakan sebuah seminar keren. Kenapa gue bilang keren? Karena di seminar tersebut, hadir dua pembicara yang merupakan penulis dari buku “Young On Top” yakni, Citra Natasya dan Jonathan C. Susanto. Sebelumnya, kalian semua sudah tahu kan, apa itu Young On Top?  Bagi yang belum tahu, Young On Top itu adalah, sebuah komunitas berisikan sekumpulan orang yang ingin ataupun sudah sukses di usia muda. Berawal dari sebuah buku “Young On Top” yang ditulis oleh Billy Boen, hingga kini ia memiliki perusahaan bernama, PT. YOT Nusantara.

Tema yang diangkat dalam seminar tersebut adalah “The Biggest Investment is Yourself.” Sesuai tema tersebut, kedua pembicara kompak menyatakan, bahwa kita harus bangga dengan diri kita sendiri. Mengingat, kini lebih banyak pemuda yang minder dan tidak pede dengan kemampuannya, daripada pemuda yang optimis dan kritis. Tidak lupa, mereka juga menyinggung perihal AEC (Asean Economy Community) dan juga peran generasi muda di dalamnya.

Friday, 10 April 2015

KMIK UBL 2015/2016: "Keluarga" Baru Telah Lahir!


Tepat hari ini, pada 10 April 2015, gue dan mahasiswa lainnya dari Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Budi Luhur, resmi dilantik menjadi pengurus baru di organisasi mahasiswa periode 2015/2016. Senang sekali rasanya bisa membacakan Sumpah Mahasiswa dengan lantang, sebagai tanda komitmen kami berada di organisasi kampus.

Di Fikom sendiri, ada 3 badan organisasi yakni BPM (Badan Perwakilan Mahasiswa), BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa), dan HIMAKOM (Himpunan Mahasiswa Komunikasi). Biasanya, 3 badan organisasi ini, lebih sering disebut sebagai KMIK (Keluarga Mahasiswa Ilmu Komuikasi) Universitas Budi Luhur.

Oiya, sebelumnya gue berada di HIMAKOM dengan posisi sebagai wakil ketua. Bisa dibilang sih, gue hampir miriplah sama Pak JK, karena sama-sama sebagai wakil ketua. Hanya bedanya, dia sudah punya istri dan gue belum (baca : woi, malu dong! pacar aja belom punya, udah ngomongin istri).

Saturday, 14 March 2015

Pemuda Keren, Pemuda Mandiri!


Di tulisan kali ini, gue ingin sedikit berbagi pengalaman gue setelah mengikuti “Workshop Wirausaha Muda Mandiri” di JCC Senayan. Dari namanya saja, pasti kalian sudah tahu, kalau acara tersebut adalah acara dari Bank Mandiri. Acara rutin yang diadakan oleh Bank Mandiri untuk para pemuda yang memiliki ide kreatif di dalam dunia wirausaha. Kebetulan, kemarin gue dan juga Mahasiswa lain dari Universitas Budi Luhur, Jakarta, diberi kesempatan untuk hadir sebagai undangan di acara tersebut. Oiya, sebelumnya gue juga mau bilang, kalau acara kemarin sepenuhnya adalah GRATIS!!!

Semua dimulai pada saat hari Kamis, 12 Maret 2015, pukul 06.00 WIB. Pagi itu, gue dan Mahasiswa lain sudah berkumpul di depan kampus. Bersiap untuk segera naik ke atas bus yang sudah terparkir di depan gerbang. Sebuah bus mewah yang telah disediakan oleh pihak Bank Mandiri. Pukul 06.30 WIB, kami berangkat meninggalkan Universitas Budi Luhur dan langsung menuju ke JCC Senayan. Selang satu setengah jam kemudian, kami pun sampai di lokasi acara. Waktu yang cukup singkat, untuk sebuah perjalanan di tengah padatnya Ibu Kota.

Kira-kira, pada pukul 09.00 WIB acara pun dimulai. Choky Sitohang dan Tamara Geraldine sebagai MC kemudian resmi membuka “Workshop Wirausaha Muda Mandiri” pagi itu. Tidak lama berselang, beberapa penghibur kemudian naik ke atas panggung untuk menghibur kami. Mulai dari Penta Boys, lalu ada aksi kocak dari Stand Up Comedian, Jui Purwoto. Hingga pada puncaknya, JCC mendadak bergemuruh, pada saat Presiden R.I. Joko Widodo naik ke atas panggung dan memberikan sambutan di acara tersebut.

Tuesday, 3 March 2015

Ulang Tahun Yang Kurang Sempurna


Tanpa terasa, hari ini tepat pada 3 Maret 2015, usia gue resmi bertambah satu tahun. Pertanda, bahwa gue semakin dewasa, atau mungkin, semakin tua. Apapun itu, gue merasa bersyukur karena masih diberikan kesempatan hidup hingga detik ini. Detik di mana, saat ini gue telah menginjak usia ke 20 tahun. Sebuah usia di mana seharusnya gue  bisa menjadi pribadi yang dewasa, mandiri, dan menjadi kebanggan bagi orang tua. Walaupun, pada kenyataannya semua itu belum bisa sepenuhnya gue wujudkan.

Bicara soal ulang tahun, ini adalah ulang tahun ke sekian kalinya gue tanpa ditemani oleh orang tua. Semua berawal, semenjak Bapak gue meninggal saat gue masih kelas 1 SMA. Semenjak itu pula, Ibu gue harus pindah ke Kediri dan gue hanya seorang diri di Surabaya. Hanya tinggal bersama saudara dari Bapak gue. Ya, bisa dibilang numpang hiduplah.

Belakangan ini, ulang tahun gue lebih banyak gue habiskan bersama dengan para sahabat. Setidaknya, gue merasa beruntung, karena masih ada orang-orang yang care dan mau meluangkan waktu untuk membuat gue tersenyum selama sehari. Merayakan ulang tahun dengan sahabat, bagi anak rantau seperti gue merupakan suatu hal yang
istimewa. Setidaknya, kini gue sudah tidak merasa hidup seorang diri lagi. Bisa dibilang, kini sahabat adalah keluarga kedua bagi gue. Thanks, guys.

Friday, 27 February 2015

Curahan Hati Mahasiswa Penjual Pulsa

Siapa disini pernah jualan pulsa di sekolah atau di kampus? Ayo, ngacung tangan! Nah, kali ini gue ingin sedikit membahas tentang profesi tersebut. Kebetulan pada awal semester satu kemarin, gue resmi mendapat gelar: calon sarjana penjual pulsa. Ya, bisa dibilang gue menjadi mahasiswa, sekaligus tukang pulsa keliling di kampus.

Enak gak sih jualan pulsa? Itulah pertanyaan yang sering terlontar dari teman-teman gue. Dan kalau gue harus menjawab, maka gue akan bilang, kadang enak dan kadang nyesek. Kenapa begitu? Tentu saja, enaknya adalah saat kita mendapatkan uang / keuntungan dari hasil jualan pulsa. Lalu, nyeseknya di mana? Banyak!

Pertama, ketika teman membandingkan pulsa yang kita jual dengan counter pulsa dekat rumahnya. Biasanya, mereka akan mengatakan seperti ini, “Pulsa 10 berapa di lo? 12 ribu, ya? Ah, mahal banget, di counter dekat rumah gue cuma 11.500 tuh,” Terkadang jika mendengar orang yang berkata seperti itu, ingin sekali gue menjawab seperti ini: “Yaudah, counter yang dekat rumah lo itu, suruh pindah aja jualan di dalem kampus! Beres, kan?”

Wednesday, 21 January 2015

Bahasa "Aku-Kamu" di Jakarta


Tinggal di Jakarta adalah idaman bagi semua orang. Tak terkecuali gue, pemuda asal Surabaya yang tidak memiliki masa depan cerah. Alasan awal gue pindah ke Ibukota, karena gue menganggap bahwa Jakarta adalah “surga-nya” Indonesia. Hampir semuanya ada di Jakarta, mulai dari banjir, macet, sampai macet di dalam banjir pun ada. Tapi bukan itu semua yang gue cari, melainkan tantangan.

Nah, bicara soal tantangan, gue ingin sedikit membahas tentang ‘tantangan’ yang gue alami pada saat pindah ke Jakarta. Lebih tepatnya adalah, tantangan dalam hal gaya bahasa. Buat lo yang ingin ke Jakarta, entah ingin menjadi artis, crew TV, atau bahkan baby sister, silahkan simak sedikit ulasan dari gue ini.

Monday, 5 January 2015

Semakin Eksis di 2015 Dengan Resolusi


Resolusi, kenapa setiap bicara tahun baru, kita harus bicara soal resolusi? Apa biar terlihat memiliki tujuan hidup? Atau, biar kelihatan keren aja? Hmm, mungkin setiap orang memiliki alasan yang berbeda-beda, tapi gue percaya, resolusi itu sangat penting bagi hidup kita. Salah satunya adalah, agar kita bisa menjadi semakin eksis.

Eksis, siapa sih orang yang tidak mau eksis? Semua orang pasti ingin eksis, kan?  Begitu juga gue. Namun, eksis yang gue maksud bukanlah eksis yang seperti ini: updates status di Facebook 100 kali per hari, upload foto di Instagram setiap detik, atau, selfie dengan